PUTUS ASA DAN KEPASRAHAN
Beberapa bulan lalu pas rehat makan di food center Taman Dayu pandaan, saya pernah curhat lewat sebuah tulisan. Bunyinya kira-kira seperti ini, “kepasrahan dan keputusasaan adalah dua hal yang lahir dari proses ikhtiar atau usaha. Keduanya tercipta dari perjalanan hidup si empunya. Kenapa yang pertama dikonotasikan positif sementara yg selanjutnya tidak”. Iseng, tulisan ini saya kirimkan lewat sms ke puluhan teman. Bukan royal, mumpung gratis –di indosat itu setelah kirim 10 sms akan dapat 100 sms gratis kesemua operator. Lho kok jadi pariwara…(ehm..sopo wero be’e..)
Nggak nyangka balasan dari sms itu ternyata bejibun dan gado-gado. Ada yang empati dengan memberikan saran bahwa nyambut gawe itu harus sabar. Tidak selamanya ramai kadang sepi alias kucem. Ealaaa…kok yo ngerti waktu itu memang pasar lagi sepi. Adapula yang sufistik dan rada nglenik. Katanya positif dan negative itu hanyalah penilaian manusia. Apa yang ada dalam alam semesta isinya ada dua. Ada mahluk ada kholiq. Ada materi ada energy. Ini sesuai dengan konsep kosong adalah isi. Isi adalah kosong. Kosong kosong adalah smack down –jare junior anakku haha…sekali lagi ini katanya.
Adalagi yang humor dengan memainkan kata-kata. Jawabnya, kalau yang pertama positif berarti yang selanjutnya negative donk…. Akhh..ada-ada saja. Yang menarik datang dari salah satu (bukan salah semua lho) pegawai BRI Syari’ah –nggak nyebut nama lho mbak?. Balasnya, kalau kepasrahan itu memang datang dari proses ikhtiar sedang putus asa tidak melalui proses berusaha. Nah kan…. Yang lebih serius ada juga. Bilangnya, kepasrahan dan keputusasaan adalah konsekwensi logis dari perjalanan hidup seseorang. Keduanya adalah jembatan atau jalan yang harus dipilih. Pertanyaannya pak, bagaimana cara kita membuat jalan atau jembatan tersebut? Begitu dia balik bertanya. Ngelu juga rasanya. Wong iseng oleh gratisan kok ditanggapi serius. Heheehe…
Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Padahal yang lain mengatakan rumput kita sebenarnya sudah hijau. Sawang sinawang seperti ini sudah jamak di sekeliling kita. Orang mengatakan nyambut gawe bisa ditiru nasib yang tidak bisa. Beberapa dari kita bahkan ada yang pesimis bahwa takdir sudah sampai disini. Berbagai cara telah dilakukan kalau nyatanya nasib berkata lain terus mau apa?. Ya sudahlah kalau begitu jalanin aja…
Barangkali benar sikap dan pernyataan mereka ini. Faktanya, lahan lapangan kerja dengan pencari kerja berbanding terbalik. Jangankan yang lulusan sma, yang sarjanapun tidak sedikit yang jadi penganggur. Hanya segelintir pribadi yang kualified saja yang bisa menduduki atau masuk dan bekerja. Itupun terkadang tidak sepadan -misalnya, dengan biaya dan ribetnya masa kuliah- dengan gaji yang mereka dapatkan. Yang sedikit kreatif mungkin bisa mulai berwirausaha. Tapi lihatlah….mau jualan bakso?, es oyen?, mie tuk-tuk atau gorengan? Dari yang mikul dan nyorong gerobak keliling kampong sampai yang mangkal dipinggiran trotoar jumlahnya tak terhitung. Mau makelaran? Setiap orang –kalau mau jujur sih- adalah pribadi yang sama. Mau sedikit keren pakai hem+dasi sepatu mengkilap dengan tas kopor kecil ditenteng pergi bermain saham dan valas, mbok yo mikir bondoe ole ndi? Rokok ae kadang-kadang ngotek kok….
Factor dan kondisi seperti inilah yang seringkali membuat kita njegedeg alias pasrah bongkokan. Onoke iku yo iku.Tidak tahu apa yang akan diperbuat selanjutnya. Menunggu dan menunggu….laksana ada gajah di ruang tamu (meminjam istilah muhaimin iqbal di gerai dinar) kita –sambil berharap kapan gajah tersebut akan pergi. Perhatikan dalam permainan sepak bola modern. Biasanya momentum terciptanya sebuah gol bermula dari pergerakan-pergerakan pemain tanpa bola. Pemain ini tidak semata diam menunggu operan bola, melainkan bergerak dan bermanuver meski tanpa bola dikakinya. Pada saat yang tepat ia lesatkan bola ke gawang dan GOOAALLL. Inilah yang dinamakan MOMENTUM. Dalam dunia kerja momentum ini bisa berarti kans atau kesempatan. Dalam khazanah ritual ruhani momentum ini bisa dikatakan sebagai ilham, wangsit ataupun sasmito (suatu saat saya akan menulis tentang momentum ini. Ciehh..koyok pakar ae jo… ra popo ben ketok keren).
Ada kisah menarik dan nyata sehubungan dengan ini. Seorang teman datang mengaduhkan masalah pekerjaanya. Katanya, pekerjaan utamanya selama ini tidak mampu menopang ekonomi keluarganya. Orderan yang ia dapat hanya 5 kali setahun. Jadilah ia nyambi ngojek dan sesekali jadi buruh cuci pakaian. Itupun masih belum cukup. Saya katakan pada dia agar segera meninggalkan pekerjaan utamanya dan beralih ke pekerjaan yang lebih “menjanjikan”. Apa itu? Jualan PENTOL JOSH atau buah irisan pinggir embong. Singkat kata, ia memilih yang pertama. Uniknya, diawal usaha barunya ia datang –waktu itu sehari setelah hari raya qurban- sambil membawa sekantong kecil plastic berisi pentol. Ia katakan pentol tersebut hasil bikinannya seraya menyuruh saya mencicipi. Lumayan enak rasanya tp ukurannya terlalu kecil. Untuk pemain baru, harga dan porsi pentol seperti itu akan sulit bersaing. Selang beberapa hari ia datang lagi. Kali ini pentol yang dibawa rasa dan harganya sudah klop. Enak banget….prmosi dikit donk… “sudah cepat siapkankan rinjingnya dan berangkat dodolan”. Alhamdulillah….beberapa bulan kemudian ia ketemu sambil mesam-mesem.
Cerita diatas bisa dijadikan rujukan. Kita seringkali terkungkung bukan karena keadaan tapi oleh perasaan kita sendiri. Rasa was-was apa yang ada didepan dengan “kemapanan” yang selama ini dilakukan seringkali mengaburkan cara pandang dan akal sehat kita. Rintisan usaha yang gagal pada awalnya tidak harus membuat kita jatuh pada jurang keputusasaan. Demikian pula kepasrahan adalah wujud kemapanan hidup dalam artian yang sesungguhnya. MAN YATTAQIL LLAHA YAJ’AL LAHU MAKHROJA WA YARZUQHU MIN KHAITSU LAA YAKHTASIB artinya….golekono dewe ojo trimo matengan thok! Semoga Allah melindungi kita dan tetap di bukakan rejeki dari pintu yang tidak terduga. Amin. Wassalam. Junior 21 maret 2011. Jangan lupa selalu kunjungi merinagold.blogspot.com.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan beri komentar