proses
Apa yg tampak mata tidak harus selalu nyata dan benar. Sebaliknya, yg tidak terlihat bukannya melulu salah dan semu. Itulah HATI. Semangka kulitnya hijau dagingnya merah/kuning. Apel merah/hijau luarnya dalamnya putih. Salak kecil buahnya besar bijinya. Melon lihat buahnya… bijinyanya… Kedondong mulus luarnya semburat dalamnya. Inilah AYATULLAH.
Orang cenderung melihat hasil akhir (finally), apa yg dilakukan seseorang guna menggapai tujuan tersebut jarang yg peduli. Faktanya, tiada pencapaian usaha/ikhtiar yg dilakukan secara instan. taruhlah, bila pencapaian itu dpt dilakukan scr cepat/instan, biasanya eksistensi pencapaian tesebut akan pudar dgn cepat pula. Begitu pula sebaliknya. Banyak factor mengapa hal ini terjadi. Salah satunya –yang palingmenonjol- adalah ketiadaan sikap mental yg menunjang kearah masa transisi tersebut. Sederet contoh bisa di kemukakan disini. Ambil saja yg paling mutakhir kasus pengunaan narkoba yg melibatkan hampir semua personil KANGEN band.
Semua tahu –karna publik figur- personil kangen band adalah figur yg memulai aktivitasnya dari nol –dalam artian sesungguhnya. Bahkan Kick Andy dalam salah satu episodenya, pernah menghadirkan grup band ini. Bukan dikarenakan kualitas musiknya melainkan sejarah hidup personil band ini, yg dinilai inspiratif bagi kalangan anak muda. Vokalisnya penjual es cendol emperan. Gitarisnya pedagang sandal jepit murahan.
Arah jarum jam berbalik, dari ketiadaan menjadi ke ada an. Dari keterhimpitan berubah keleluasaan. Disinilah masalah muncul. Secara psikologis seseorang yang dihadapkan pada situasi seperti ini akan mengalami apa yg dinamakan EUFORIA. Seneng dak ketulungan bak macan keluar kandang. Apa yg ada didepan dan bisa di lahap langsung makan. Ujung2nya… tahu sendirilah..sorry mas Andika ya…..
Beda dengan Re..re..naldi alias tukul arwana. Lihatlah perjalanan hidupnya, dalam bukunya ia bahkan menyebut perjuangan (struggle) sehingga mencapai posisi seperti sekarang ini adalah buah dari –apa yang disebutnya sebagai- KRISTALISASI KERINGAT. Kecut tur lebus baunya tapi inilah yang dinamakan PROSES. Alhamdulillah.. sampai detik ini tukul baik2 saja. Semoga…. (ojo lali fee nya… haha..)
Kembali ke proses, dalam ayat yang pertama kali turun Allah swt berfirman, “iqra” (bacalah). Makna baca disini sangat luas. Bisa secara harfiah layaknya membaca buku maupun maknawiyah seperti merenung (kontemplasi), menganalisa (searching), memutuskan (konklusi) dan melaksanakan (action). Banyak sebenarnya managemen modern yg menggunakan konsep Al qur’an ini. Pencetus dan pendiri ayam goreng gimbal tepung (KFC) juga menerapkan konsep trb. Jauh sebelum KFC booming dan menjadi perusahaan waralaba internasional seperti sekarang ini, ia dulunya bukanlah apa2. Dinegara asalnya sana, produk ini ditawarkan pada siapa saja. Hasilnya, jangankan membeli dikasih gratispun –untuk dicicipi- orang2 disana tidak ada yg mau. (pikir mereka mana enaknya ayam goreng kemul tepung saos tomat gitu dimakan. Hehe….). Entah yg ke berapa ratus orang barulah ada yg berani mencicipi dan menyatakan lumayan enak rasanya, itupun tetap tidak mau beli. Sekarang!!! Wouh…di mall2 surabaya dan Indonesia pada umumnya counter ayam goreng ini bejibun pengunjungnya. Lucu juga ya kalau dipikir2, Indonesia inikan kaya akan khazanah kulinernya dan rasanya relative lezat juga variatif. Mau yg manis jogya dan jawa tengah jagonya. Yang asam manis gurih suroboyoan. Lha ini …bumbu saos thok kok nggames..larang pisan…hahaha..sory jack.
Perjalanan karir kangen band, tukul arwana ataupun KFC itu semua adalah proses. Sampai dimana muara proses itu berada tergantung dari kesiapan mental dan pola pikir atau cara pandang si empunya. Logikanya, semakin tinggi jam terbang proses tersebut akan mempengaruhi hasil akhir yg dicapai. Dalam salah satu bait sair lagunya, iwan fals berdendang “tujuan bukan utama yang utama adalah prosesnya…”. Bahkan sang MALIIKIN NAAS Allah swt dalam firmannya seringkali menggunakan dhomir (kata ganti kepunyaan) naa.. “nakhnu nazzalna….” (kami turunkan). Kenapa Allah menggunakan dhomir kami padahal Allah itu esa? Jawabnya sederhana, dalam penciptaan /menurunkan hujan –konteks ayat ini- Allah melibatkan makhlukNya. Baca proses terjadinya hujan di IPA kelas 3 SD. Pertanyaan selanjutnya, kenapa Allah melakukan aktivitasNya “perlu bantuan” mahlukNya? Bukannya Ia sang pemilik kun fayakuun? Disinilah maha bijaksanaNya berperan.
Secara tersirat Allah memberikan pelajaran pada mahlukNya –manusia- untuk berproses. Proses inilah yg kemudian dinamakan SUNNATULLAH. Ada konsekwensi dalam setiap aktivitas dan tindakan manusia. Ana soku zan (yg jahat akan musnah) kata hajime saito –komandan divisi IV shinsengumi. Penghargaan yg tinggi oleh Allah atas manusia ini seringkali diacuhkan. Padahal manusia tidak bisa lepas dari hukum kausa atau sunnatullah tersebut. Sementara Allah bisa lepas dari hokum itu karna Dialah sang pembuat dan penguasanya. Bacalah!! Tatkala Allah “sesumbar” dan “meneriakkan ke ego an” akan diriNya . bunyinya adalah “innanii ana allaha….” (sesungguhnya AKU lah Allah…) tanpa butuh siapa dan apapun. Sopo siro sopo ingsun.
Begitulah Allah yang maha kuasapun menciptakan dan menetapkan segala sesuatu melalui sebuah proses. Proses ini wajib dijalankan oleh manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Hati adalah neraca atau pembanding dalam melihat proses tersebut. Apa yang tersirat dalam hati biasanya terefleksi dalam kehidupan sehari-hari. Meski selak selak yg ada dalam lubuk hati sesungguhya hanya ia dan Dia yg tahu.
Allah menurunkan Alqur’an, yang merupakan ayat qouliyah. Disamping itu Ia juga menurunkan ayat qouniyah. Wujudnya ? ya.. alam semesta ini. Kedua ayat inilah dinamakan Ayatullah atau ayat ayat Allah. Ayatullah adalah hamparan, narasi, pertanda yang didalamnya memuat segala macam proses. Baik proses geologi seperti yg sekarang ramai di bicarakan, tsunami jepang-. Maupun proses interaksi individu manusia –yang bermula getir kemudian manis atau sebaliknya. Bahkan proses pohon berbuah yg antara luar dan dalamnya tidak sama adalah ayatullah. Saya jadi teringat penyanyi yang “professor” dalam bait lagunya, : “tapi lihatlah…. Apa yang terjadi.. buah semangka berdaun siri..”. just kidding wonge wes mati.
Jadi, hamparan ayat Allah/sunnatullah harus kita pelajari dengan menggunakan konsep iqra’. Karna hal itu sesuai sunnatullah. Bergeraklah…dan berikhtiarlah… sesuai dengan hukum tersebut. Jangan takut salah ataupun keliru, karna hal ini hanyalah proses menuju kearah kedewasaan. Apa yang dianggap orang keliru dan salah belum tentu menurutNya. Benamkan hati kepadaNya niscaya hidup menjadi BERKAH.
Wassalam, junior 20 maret 2011. Tunggu episode selanjutnya –nek dak males- di www.blogger.merinagold.blogspot.com
Minggu, 20 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan beri komentar